Sejarah Berdirinya Kampung Inggris Pare Kediri

Sejarah Berdirinya Kampung Inggris Pare Kediri. Bermula pada tahun 1976 silam, Mr. Kalend merupakan santri asal Kutai Kartanegara yang tengah menimba ilmu di Pondok Pesantren Modern Gontor di Ponorogo, Jawa Timur. Menginjak kelas lima, dia terpaksa meninggalkan bangku sekolah karena tidak bisa menanggung biaya pendidikan. Bahkan, keinginannya untuk pulang kembali ke kampung halamannya gagal karena kekurangan biaya. Sejarah Kampung Inggris Pare berawal dari usaha keras yang dilakukan oleh Bapak. Kalend Osen, pendiri lembaga kursus pertama di kampung inggris pare bernama BEC (Basic English Course). Mr. Kalend Osen (akrab dipanggil Mr. Kalend) adalah Pria kelahiran 4 Februari 1945 yang tampak sederhana namun begitu bersahaja.

Dalam situasinya yang saat itu sedang sulit, seorang temannya memberitahu adanya seorang ustad bernama KH Ahmad Yazid di Kecamatan Pare yang menguasai delapan bahasa asing. Mr Kalend kemudian berniat berguru dengan harapan setidaknya dapat menguasai satu atau dua bahasa asing darinya. Ia kemudian mulai tinggal dan belajar di Pesantren Darul Falah, Desa Singgahan, milik Ustad Yazid. Suatu hari, datang dua orang tamu mahasiswa dari IAIN Sunan Ampel Surabaya, (Sekarang menjadi UIN Sunan Ampel Surabaya). Maksud kedatangan dua mahasiswa ini adalah untuk belajar bahasa inggris dibawah bimbingan Ustad Yazid sebagai persiapan mereka dalam menghadapi ujian negara yang akan diadakaan sekitar dua pekan lagi di kampus mereka. Namun, saat itu Ustad Yazid sedang pergi ke Majalengka karena suatu urusan sehingga kedua mahasiswa itu hanya bisa bertemu dengan ibu Nyai Ustad Yazid. Entah dengan alasan apa, oleh Nyai Ustad Yazid, kedua mahasiswa itu diarahkan untuk belajar dibawah bimbingan Mr Kalend yang belum lama menjadi santri di pesantren darul falah. “Waktu itu saya sedang menyapu masjid dan dua mahasiwa itu menghampiri saya,” kata mr Kalend ke wartawan Kompas.

Dua mahasiswa itu kemudian memberi beberapa lembar kertas yang berisi 350 soal dalam bahasa inggris. Setelah itu, Mr Kalend kemudian memeriksa soal-soal itu dan meyakini dapat mengerjakannya lebih dari 60 persen. Kalend menyanggupi permintaan dua mahasiswa itu dan akhirnya mereka mulai melakukan proses mengajar yang dilakukan di serambi masjid area pesantren. Pembelajarannya cukup singkat, dilakukan secara intensif selama lima hari saja. “Tak disangka, sebulan kemudian mereka (dua mahasiswa) kembali dan mengabarkan telah lulus ujian. Betapa bahagianya saya waktu itu,” kata Mr kalend saat ditemui wartawan Kompas. Keberhasilan dua mahasiswa itu tersebar di kalangan mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabaya dan banyak dari mereka akhirnya mengikuti jejak seniornya dengan belajar kepada Mr Kalend. Promosi dari mulut ke mulut pun akhirnya menjadi awal terbentuknya kelas pertama dalam sejarah kampung inggris pare. Sejak saat itu, pada 15 Juni 1977 di desa Tulungrejo, Mr. Kalend mendirikan lembaga kursus bernama BEC (Basic English Course) dengan enam siswa pada kelas perdana. Para siswa itu tidak hanya dibina dari segi kemampuan bahasa inggris, tapi juga dari segi ilmu agama.

Setelah hampir sepuluh tahun berjuang sendiri dalam menjalankan lembaga kursus BEC, akhirnya pada tahun 1990-an banyak alumni BEC kemudian termotivasi untuk mendirikan lembaga kursus sendiri untuk menampung para pelajar yang tidak dapat belajar di lembaga kursus BEC karena banyaknya pelajar, sehingga tidak bisa lagi ditampung oleh lembaga kursus BEC seorang diri. “Kalau kita berkarya, hendaknya jangan dinikmati sendiri, alangkah baiknya kalau kita berkarya, lingkungan ikut menikmati” kata Mr. Kalend saat wawancara dengan stasiun TV SCTV.

Pada tahun 2014, Mr Kalend Osen mendapatkan penghargaan Liputan 6 AWARDS dalam kategori Pendidikan dari Stasiun TV SCTV. Mr. Kalend diakui telah berhasil merintis kampung inggris di kecamatan pare kabupaten kediri, menjadi tempat pembelajaran bahasa inggris terbesar di indonesia. Dan juga dengan adanya ratusan lembaga kursus di kampung inggris pare, membuat perekonomian penduduk setempat mengalami peningkatan yang pesat. Saat ini dan dimasa yang akan datang, Mr. Kalend Osend akan dikenal sebagai tokoh terpenting dalam sejarah kampung inggris pare.

Kenapa Disebut “Kampung Inggris Pare” ?

Nama ini sebenarnya bukan nama formal dari sebuah desa. Ini hanyalah sebutan atau julukan bagi suatu perkampungan yang terletak di sepanjang Jalan Anyelir, Jalan Brawijaya, Jalan Kemuning di Desa Tulungrejo dan Desa SInggahan , Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Perkampungan kecil yang damai, sejuk, nan jauh dari keramaian kota. Dan yang perlu ditegaskan, orang-orang yang tinggal disini adalah murni orang Indonesia tulen. Tulungrejo dan Pelem dijuluki Kampung Inggris bukan tanpa alasan, melainkan karena kedua desa tersebut merupakan tempat pembelajaran bahasa Inggris terbesar yang ada di Indonesia saat ini. Tercatat pada tahun 2011 terdapat kurang lebih 114 lembaga kursus yang ada di kampung inggris pare dan jumlah tersebut terus bertambah dari tahun ke tahun, bukan cuma lembaga kursus saja yang terus bertambah melainkan juga peminatnya pun terus bertambah.

Umumnya, setiap lembaga kursus mewajibkan siswanya berbahasa inggris setiap hari dalam lingkungan asrama atau camp dan apabila ada yang melanggar peraturan tersebut maka akan dikenakan Hukuman  sesuai dengan peraturan lembaga kursus mereka belajar. Berbagai konsep belajarpun diterapkan dalam mengembangkan skill Bahasa Inggris para pelajar. Tidak jarang Member disuruh melakukan pidato di tempat keramaian seperti di cafe, atau pinggir jalan lainnya untuk membangun Kepercayaan diri para Member dalam berbahasa inggris. Melihat sejarah kampung inggris pare yang dimulai sejak tanggal 15 Juni 1977 lalu oleh Mr. Kalend Osen, itu sungguh perjalanan yang sangat panjang.

Jadi, Sejarah Kampung Inggris sendiri bukannya kampung tempat tinggal orang bule. Ya  mungkin ada sih ada beberapa orang bule disana. Kalo pun ada orang bule yang tinggal disana, ya mungkin itu sudah bule dari awalnya memang mereka tinggal di Pare. Yang pasti mitos, berita atau apalah namanya yang menyebutkan bahwa kampung ini adalah tempat hunian para bule itu salah.

Untuk info lebih lanjut kalian dapat menghubungi Kantor Pusat Kampung Inggris Pare Kediri.

tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,